Kemarau Hampir 3 Bulan, Debit Air Baku di Sejumlah Waduk Kotabaru Menurun, Suplai Air Pelanggan PDAM Terganggu

Foto Istimewa

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kotabaru selama hampir tiga bulan berdampak pada menurunnya debit air di waduk  Gunung Ulin dan Embung Gunung Tirawan. 

Kondisi tersebut mengakibatkan suplai air bersih ke pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Pulau Laut Utara dan Sigam terganggu.

Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, mengatakan kemarau panjang menyebabkan sumber air baku di beberapa waduk mengalami penurunan signifikan. 

"Musim kemarau yang sudah hampir tiga bulan ini sangat berdampak pada debit air di waduk-waduk kita. Beberapa waduk mengalami penurunan yang cukup drastis," ujar Tri Basuki, Jumat (18/9/2026). 

Dilanjutkannya, menurunnya debit air di waduk berpengaruh langsung terhadap produksi dan distribusi air bersih ke pelanggan. Sejumlah wilayah pun mengalami gangguan suplai, baik berupa kecilnya aliran air maupun jadwal pengaliran yang tidak normal.

"Karena debit air baku berkurang, otomatis suplai ke pelanggan juga terganggu. Ada yang alirannya kecil, bahkan di beberapa wilayah pengalirannya tidak maksimal," jelasnya.

Tri Basuki mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan air dan menampung air saat mengalir sebagai langkah antisipasi selama kemarau masih berlangsung.

"Kami mohon pengertian pelanggan. Kami terus berupaya melakukan pengaturan distribusi agar tetap bisa mengalir secara bergilir. Kami juga berharap segera turun hujan sehingga debit waduk kembali normal," ungkapnya.

PDAM Kotabaru, lanjutnya, terus melakukan monitoring debit air waduk dan melakukan langkah-langkah optimalisasi untuk menjaga pelayanan tetap berjalan di tengah keterbatasan sumber air baku akibat kemarau. (Ril/IWAN) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemarau Hampir 3 Bulan, Debit Air Baku di Sejumlah Waduk Kotabaru Menurun, Suplai Air Pelanggan PDAM Terganggu"

Posting Komentar