Di Balik Seragam Putih Santri Azzikra, Ada Cita-Cita Besar Menuju Indonesia Emas
![]() |
| Foto Istimewa |
Kamis pagi (22/10/2026) di Pondok Pesantren Azzikra, Desa Kersik Putih, Batulicin, tidak seperti pagi biasanya. Barisan santri berpeci dan berjilbab putih berdiri tegap di lapangan. Wajah-wajah muda itu khidmat, menatap Sang Saka yang perlahan naik diiringi paduan suara dari teman mereka sendiri.
Hari itu, mereka bukan hanya upacara. Mereka merayakan jati diri sebagai santri.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Administrasi Umum M. Yamani yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan pesan yang sederhana namun mengena: jadilah santri yang giat belajar, menebar kebaikan, dan berbuat terbaik untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Tema tahun ini, "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", terasa hidup di lapangan itu.
Bukan hanya formalitas, semangat itu terlihat dari keterlibatan santri sendiri. Mereka yang menjadi Paskibraka, mereka yang mengisi paduan suara, mereka yang memukul drumband dengan kompak, hingga atraksi kreatif yang disambut tepuk tangan.
Dari disiplin barisan, kekompakan langkah, dan kreativitas yang ditampilkan, terlihat pesantren bukan sekadar tempat mengaji. Di Azzikra, nilai religius dan nasionalisme tumbuh beriringan – diajarkan untuk tunduk pada Tuhan, sekaligus tegak untuk negeri.
Dan di mata para santri itulah, cita-cita Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab menuju Indonesia Emas tampak sedang disiapkan, pelan namun pasti. (Ril)

0 Response to "Di Balik Seragam Putih Santri Azzikra, Ada Cita-Cita Besar Menuju Indonesia Emas"
Posting Komentar